Makalah Hidrolisis Garam
Oleh
Prayoga Wiguna
1107114260
Jurusan Teknik Lingkungan S1
Fakultas Teknik
Universitas Riau
2012
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Masalah Garam telah lama dikenal dan digunakan oleh
masyarakat luas. Garam di dalam kimia Di dalam kehidupan sehari-hari, garam
dikenal sebagai bumbu masak yang memberi rasa asin pada masakan. Sementara itu,
di dalam konsep kimia, garam merupakan senyawa ion yang terbentuk dari
penggabungan ion negatif sisa asam dengan ion positif sisa basa. Karena
merupakan gabungan dari ion-ion sisa asam dan sisa basa, maka garam umumnya
berbentuk larutan. Dalam konsep kimia, dikenal tiga jenis garam yaitu: 1. Garam
yang bersifat netral, berasal dari asam kuat dan basa kuat. 2. Garam yang
bersifat asam, berasal dari asam kuat dan basa lemah. 3. Garam yang bersifat
basa, berasal dari asam lemah dan basa kuat. Selain itu, juga terdapat garam
yang berasal dari asam lemah dan basa lemah. Hidrolisis garam Berdasarkan
reaksi hidrolisis, yaitu reaksi zat dengan air, garam-garam bila direaksikan dengan
air akan menghasilkan beberapa zat. Hidrolisis garam yang bersifat asam akan
menghasilkan ion H3O+ yang bersifat asam. Sementara hidrolisis garam yang
bersifat basa akan menghasilkan ion OH- yang bersifat basa. Hidrolisis garam
netral tidak menghasilkan zat apapun. Garam dapur yang telah banyak dikenal
juga merupakan senyawa ion dengan rumus kimia NaCl. Bentuk padat garam ini
diperoleh melalui proses kristalisasi. Garam ini berasal dari asam kuat HCl dan
basa kuat NaOH, sehingga termasuk garam netral. Karena hidrolisis garam netral
tidak menghasilkan zat apapun, maka garam ini (NaCl) bisa dikonsumsi karena
tidak mengubah keseimbangan asam basa di dalam tubuh.
1.2 Rumusan Masalahs
- Apa Pengertian Hidrolisis..?
- Bagaimana Garam dari Asam Kuat dan Basa Kuat
- Bagaimana Garam dari Asam Kuat dan Basa Lemah
- Bagaimana Garam dari Asam Lemah dan Basa Kuat
- Bagaimana Garam dari Asam Lemah dan Basa Lemah
1.3 Tujuan
- memahami pengertian garam yang mengalami hidrolisis
- menentukan ciri-ciri garam yang dapat terhidrolisis
- menentukan pH larutan garam yang berasal dari asam dan basah kuat
- menetunkan pH larutan garam yang berasal dari asan kuat dan basah lemah
- menetukan pH larutan garam yang berasal dari asam lemah dan asam kuat
- menentukan pH larutan garam yang berasal dari asam dan basah lemah
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
Pengertian Hidrolisis
Hidrolisis berasal dari kata hidro yaitu air
dan lisis berarti penguraian, berarti hidrolisis garam adalah penguraian
garam oleh air yang menghasilkan asam dan basanya kembali
2.1 GARAM
DARI ASAM KUAT DAN BASA KUAT
Larutan garam ini bersifat NETRAL. Sebagai contoh,
reaksi netralisasi antara NaOH dan HCl menghasilkan garam NaCl. Didalam air,
NaCl terionisasi sempurna menghasilkan ion Na+ dan Cl-.
NaOH (aq) + Hcl (aq) → NaCl (aq)
+ H2O (l)
basa kuat + asam kuat netral
NaCl (aq) → Na+ (aq) + Cl- (aq)
ion Na+ berasal dari basa kuat dan ion Cl- juga
berasal dari asam kuat, jadi kedua ion tersebut merupakan asam dan basa
Bronsted-Lowry lemah sehinga keduanya tidak bereaksi dalam air (tidak
terhidrolisis). Oleh karena itu larutan bersifat netral atau pH = 7.
2.2 GARAM DARI ASAM KUAT DAN BASA LEMAH
Konsep
Larutan garam yang berasal dari asam kuat dan basa
lemah ini bersifat ASAM. Sebagai contoh adalah NH4Cl, garam ini terbentuk dari
hasil reaksi netralisasi antara NH3 dan HCl dan didalam air
terionisasi sempurna menghasilkan ion NH4+ dan Cl-
NH3 (aq) + HCl (aq) →
NH4Cl (aq)
basa lemah asam kuat asam
NH4Cl (aq) → NH4+
(aq) + Cl- (aq)
ion Cl- berasal dari asam kuat, merupakan
Bronsted-Lowry lemah sehingga tidak bereaksi dengan air (tidak mampu menarik
ion H+), sedangkan ion NH4+ berasal dari basa
lemah, jadi merupakan asam Bronsted-Lowry kuat sehingga dapat bereaksi dengan
air (terhidrolisis) atau memberikan ion H+ kepada air.
NH4+ (aq) + H2O
(l) ↔ NH3 (aq) + H3O+ (l)
karena ion NH4+ dapat memberikan
dapat memberikan ion H+ kepada air maka larutan menjadi bersifat
ASAM dan diketahui harga Ka (konstanta ionisasi asam) dari kesetimbangan diatas
adalah 5,6 x 10-10.
Penentuan pH
untuk memahami penentuan pH garam yang berasal dari
asam kuat dan basa lemah, perhatikan contoh berikut ;
jika diketahui 0,1 M NaCH3COO dan Ka CH3COO
= 1,8 x 10-5, maka di dalam air garam NaCH3COO
terionisasi sempurna dengan persamaan reaksi berikut,
NaCH3COO (aq) → Na+ (aq)
+ CH3COO- (aq)
karena koefisian NaCH3COO dan CH3COO-
sama, maka [CH3COO- ] = [ NaCH3COO] =
0,1 M
ion CH3COO- mengalami hidrolisis
sebagai berikut,
CH3COO- (aq) + H20
(l) ↔ CH3COOH- (aq) + OH (aq)
persamaan hidrolisisnya adalah sebagai berikut,
Kh = [ CH3COOH][OH-] / [CH3COO-]
2.3 ASAM LEMAH DAN BASA KUAT
Konsep
Larutan garam yang berasal dari asam lemah dan basa
kuat ini bersifat BASA sebagai contoh adalah
NaCH3COO, garam ini
terbentuk dari hasil reaksi netralisasi antara NaOH dan CH3COOH dan
didalam air terionisasi sempurna menghasilkan ion Na+ dan CH3COO-.
NaOH (aq) + CH3COOH (aq)
→ NaCH3COO (aq) + H20 (l)
CH3COOH (aq) → Na+ (aq)
+ CH3COO- (aq)
ion CH3COO- berasal dari asam
lemah, jadi merupakan basa Bronsted-Lowry kuat sehingga dapat bereaksi dengan
air (terhidrolisis) atau menarik ion H+, sedangakan ion Na+ berasal
dari basa kuat, jadi merupakan asam Bronsted-LOwry lemah sehingga tidak dapat
bereaksi dengan air (tidak dapat memberikan ion H+).
CH3COO- (aq) + H20
(l) ↔ CH3COOH (aq) + OH- (aq)
karena ion CH3COO- dapat menarik/menerima
ion H+ dari air dan membentuk ion OH- maka larutan
menjadi bersifat BASA dan diketahui harga Kb (konstanta ionisasi basa) dari
kesetimbangan diatas adalah 5,6 x 10 -10.
Penentuan pH
untuk memahami penentuan pH garam yang berasal dari
asam lemah dan basa kuat, perhatikan contoh berikut, jika diketahui 0,1 M NaCH3COO dan Ka CH3COO
= 1,8 x 10 -5, maka
didalam air garam NaCH3COO terionisasi
sempurna dengan persamaan reaksi berikut,
NaCH3COO (aq) Na+ (aq)
+ CH3COO- (aq)
karena koefisien NaCH3COO dan CH3COO-
sama, maka [CH3COO-]=[ NaCH3C00]=0,1M,
CH3COO- (aq) + H2O
(l) ↔ CH3COOH (aq) + OH (aq)
persamaan tetapan hidrolisisnya adalah sebagai berikut
;
Kh = [CH3COOH][OH-]/[CH3COO-]
2.4 ASAM LEMAH DAN BASA LEMAH
Konsep
Larutan garam yang berasal dari asam lemah ini dapat
bersifat ASAM, BASA, atau NETRAL. Ini bergantung pada kekuatan relatif asam
atau basa dari garam yang terbentuk.
Untuk jenis garam ini baik kation maupun anion dapat
bereaksi dalam air (terhidrolisis) maka garam ini dapat dikatakan dapat
mengalami hidrolisis total. Sebagai contoh : garam NH4CH3COO.
Dalam air garam ini terionisasi sempurna menjadi ion NH4+ dan
CH3COO-. Baik ion NH4+ maupun ion
CH3COO- berasal dari basa lemah dan asam lemah sehingga
kedua ion tersebut berturut-turut sebagai asam dan basa Bronsted-Lowry yang
kuat dan keduanya terhidrolisis.
NH4CH3COO (aq) → H4+
(aq) + CH3COO- (aq)
NH4+ (aq) + H2
(l) ↔ NH3 (aq) + H3+ (aq)
CH3COO- (aq) + H20
(l) ↔ CH3COOH (aq) + OH- (aq)
sifat larutan garam ini bergantung pada kekuatan relatif
asam dan basa yang bersangkutan, jika Ka <>3COO-) akan
terhidrolisis lebih banyak dan larutan akan bersifat basa ; jika Ka > Kb,
maka kation (NH4+) yang terhidrolisis lebih banyak dan
larutan bersifat asam. Sedangkan jika Ka = Kb, maka larutan akan bersifat
netral.
Penentuan pH
untuk dapat menentukan pH larutan garam yang berasal
dari asam lemah dan basa lemah, secara kuantitatif sukar dikaitkan dengan harga
Ka dan Kb maupun dengan konsentrasi garamnya. pH yang tepat hanya dapat
ditentukan dengan cara pengukuran.
Namun pH larutan garam ini dapat diperkirakan dengan
menggunakan rumus
[H+] = Kw.Ka ; Kh = Kw
Kb Ka.Kb
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari rangkaian pembuatan makalah, kami dapat mengambil
kesimpulan dan pembelajaran ini dimana Beberapa jenis garam berdasarkan
komponen asam basa pembentuknya
asam
pembentuk
|
basa
pembentuk
|
sifat
larutan
|
contoh
|
kuat
|
kuat
|
netral
|
NaCl;
K2SO4
|
kuat
|
lemah
|
asam
|
NH4Cl;
Al2(SO4)3
|
lemah
|
kuat
|
basa
|
CH3COONa;
Na2CO3
|
lemah
|
lemah
|
bergantung
Ka & Kb
|
CH3COONH4
|
3.2 Saran
Dalam pembelajaran larutan khususnya “ Hidrolisis
Garam ” penambahan karena dalam mengkaji materi tersebut banyak ditemukan
kendala-kendala terutama. Untuk itu saran dari kelompok lain dalam pemaparan
hasil diskusi nanti membutuhkan pemahaman yang mendalam dari masing-masing
kelompok. Agar dapat menambah wawasan dalam mempelajari kimia khususnya “
Hidrolisis Garam ”
DAFTAR PUSTAKA
Brady, J.E. 1990.General Chemistry Principle and
Structure.New York : John Willey & Sons, Inc.
Lukman, C. et al (Ed) . 1995 .Oxford Ensiklopedi
Pelajar . Jakarta Widyadara.
Pettruci,Ralph .H .1992 .Kimia Dasar Prinsip dan
Tetapan Modern .Terjemahan Suminar .Jakarta :Erlangga
Wilson, Mitchell .1990 .Energi .Terjemahan Budi
Sudarsono .Jakarta :Tira Pustaka.
Morris, Jane .1991 .GCSE Chesmitry .London
:Collins Education.
Sutarsa, Tatang et.al .1994 .Kimia 2 .Cetakan
Pertama .Jakarta :Yudhistira.





+ Komentar + 1 Komentar
x(=))
Post a Comment
Sahabat terima kasih atas kunjungan dan komentarnya semoga dapat mempererat persahabatan online kita. Komentar Anda, menjadi motivasi saya untuk terus mengupdate blog ini. Bagi saya berbagi Sesuatu hal adalah investasi yang sangat indah...
Dilarang keras menggunakan kata-kata yang negatif !!!